“Satu Tanggal, Satu Perjuangan: Gerindra dan H. Verry Mulyadi dalam Ikatan Pengabdian”

H. Verry Mulyadi, SH menyampaikan rasa haru dan kebanggaannya menjelang Hari Ulang Tahun Partai Gerindra ke-18 yang jatuh pada 06 Februari 2026. Momentum ini terasa begitu istimewa, bukan hanya karena menjadi tonggak sejarah perjalanan Partai Gerindra, tetapi juga karena bertepatan dengan hari kelahirannya. Sebuah kebetulan yang diyakininya sebagai isyarat batin dan penguat tekad untuk terus setia berjuang bersama Gerindra.

Sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Padang, H. Verry Mulyadi menegaskan bahwa kecintaannya kepada Gerindra bukanlah hal yang lahir secara instan. Jauh sebelum Partai Gerindra berdiri, beliau telah mengagumi sosok Bapak Prabowo Subianto sebagai figur pemimpin yang tegas, berani, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. Kekaguman itu tumbuh dari berasal dari keluarga besar Kepiting  Korps Baret Merah (Kopassus), Keluarga Besar Tentara , yang dikenal dengan disiplin, loyalitas, dan semangat pengabdian tanpa pamrih kepada bangsa dan negara.

Dalam perjalanan hidupnya, nilai-nilai kebersamaan dan perjuangan itu juga terukir melalui dunia olahraga. Mendukung tim sepak bola Kopassus, beliau pernah mempersembahkan medali emas Piala KASAD di bawah kepemimpinan Jenderal TNI George Toisutta pada kisaran tahun 2011–2012, setelah mengalahkan Kostrad di partai final. Prestasi tersebut menjadi pintu yang mengantarkannya berkiprah di tingkat nasional sebagai Exco PSSI periode 2016–2019.

Setelah menyelesaikan pengabdian di level nasional, ajakan dari H. Andre Rosiade, SE untuk bergabung dengan Partai Gerindra menjadi titik balik penting dalam perjalanan politiknya. Dan ketika menyadari bahwa tanggal serta bulan kelahirannya sama dengan hari jadi Partai Gerindra, keyakinannya semakin bulat. Ia memaknai hal tersebut sebagai pertanda kebersamaan yang tidak sekadar politis, tetapi juga emosional dan spiritual.

“Saya sangat bangga menjadi bagian dari Partai Gerindra. Ini bukan sekadar pilihan politik, tetapi panggilan hati. Selama Gerindra berjuang untuk rakyat, bangsa, dan negara, saya akan tetap berdiri tegak, setia, dan militan bersama Gerindra,” tegasnya.

 

Narasi ini menjadi cerminan semangat persatuan, loyalitas, dan militansi kader—bahwa Gerindra bukan hanya partai, melainkan rumah perjuangan bersama.olitikus anyar ini menunjukkan keseriusan penuh dalam menjalankan amanah sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, dengan memadukan kerja nyata di lapangan dan penguatan kapasitas akademik. Dalam waktu dekat, ia akan menuntaskan Program S2 Magister Ilmu Politik di Universitas Andalas, sekaligus menyelesaikan Magister Manajemen yang insyaallah menjadikannya double degree.

Bagi Ketua DPC Partai Gerindra Kota Padang ini, pendidikan bukan sekadar gelar, melainkan bekal strategis untuk memperjuangkan kepentingan rakyat secara lebih terukur, rasional, dan berkelanjutan. Ia meyakini bahwa perjuangan politik harus ditopang oleh pemahaman ilmu, manajemen yang kuat, serta keberanian mengambil sikap—sejalan dengan garis perjuangan Partai Gerindra.

Dengan latar belakang kepemimpinan, pengalaman organisasi, serta militansi kader yang telah teruji, ia berkomitmen menjadikan lembaga legislatif sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar jabatan. Fokus utamanya adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat Sumatera Barat, memperkuat persatuan internal partai, serta mengawal visi besar Gerindra dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.

Langkah ini menegaskan bahwa kader Gerindra dituntut bukan hanya loyal, tetapi juga siap secara intelektual, matang secara emosional, dan konsisten dalam pengabdian.

Show Comments (0) Hide Comments (0)
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments