
Jakarta,Gerindrakotapadang.id—Dinamika keamanan nasional hingga percepatan program strategis menjadi fokus utama dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jumat (24/04/2026).
Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari konsolidasi pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional di tengah tantangan yang semakin kompleks.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, Kapolri memaparkan berbagai capaian dan langkah strategis Polri, termasuk transformasi digital layanan publik yang terus diperkuat untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.
Baca juga:Pendaftaran 30 Ribu Manager Koperasi Merah Putih Dibuka, Kesempatan Emas Bangun Ekonomi Desa
Tak hanya itu, pembenahan internal juga menjadi sorotan. Mulai dari proses rekrutmen hingga pembinaan karier anggota, Polri disebut terus didorong untuk meningkatkan profesionalisme dan integritas sebagai institusi penegak hukum.
“Kapolri juga melaporkan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujar Teddy dalam keterangannya.
Lebih jauh, Presiden Prabowo menekankan pentingnya sinergi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan program nasional. Peran Polri dinilai tidak hanya terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga sebagai penggerak stabilitas yang menopang berbagai agenda pembangunan.
Koordinasi tersebut mencakup sektor strategis seperti ketahanan pangan, program makan bergizi, hingga respons cepat dalam penanganan bencana. Dalam konteks ini, Polri diharapkan mampu hadir sebagai institusi yang adaptif sekaligus solutif di tengah kebutuhan masyarakat.
Pertemuan ini memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang semakin menekankan kolaborasi antarlembaga, dengan tujuan menjaga stabilitas nasional sekaligus memastikan program-program prioritas berjalan efektif dan tepat sasaran.(*01L)
Baca juga:Gerindra Pimpin Survei Indikator Politik di Sumbar, Partai Lain Tertinggal